NotoArtaNotoArta

Tanggal tua datang lebih cepat? Coba mulai bulan dari tanggal gajian

Anggaran yang dihitung dari tanggal 1 nyampur dua gaji. Geser awal bulan ke tanggal gajian, dan tanggal tua jadi kebaca dari jauh.

2 menit baca

Tanggal 20. Saldo tinggal segini. Padahal perasaan bulan ini nggak ada yang aneh-aneh.

Sering kali masalahnya bukan di pengeluaran, tapi di cara ngitung bulannya. Kebanyakan rumah tangga di sini gajian tanggal 25, tanggal 28, atau akhir bulan. Tapi anggarannya dihitung dari tanggal 1 sampai 30, ikut kalender.

Kenapa tanggal 1 bikin angkanya aneh

Misalnya gaji masuk tanggal 25. Kalau bulan dihitung dari tanggal 1:

  • Tanggal 1 sampai 24, kalian pakai sisa gaji bulan lalu.
  • Tanggal 25 sampai 30, kalian pakai gaji baru.

Jadi satu “bulan” di catatan isinya potongan dari dua gaji. Pengeluaran September kelihatan besar, padahal separuhnya sebenarnya jatah Oktober. Anggaran makan yang harusnya cukup jadi kelihatan jebol, atau sebaliknya.

Yang lebih penting: tanggal tua nggak kelihatan sebagai satu periode. Dia kepotong di tengah.

Mulai bulan dari tanggal gajian

Ubah definisi “bulan” kalian: dari tanggal gajian sampai sehari sebelum gajian berikutnya. Gaji tanggal 25? Bulan kalian jalan 25 September sampai 24 Oktober.

Hasilnya:

  • Satu gaji, satu bulan. Semua yang keluar di periode itu dibayar dari gaji yang sama.
  • Tanggal tua kebaca dari awal. Kalau di tanggal 5 anggaran makan sudah kepakai separuh, kalian tahu dari sekarang, bukan pas tanggal 20.
  • Obrolan bulanan jadi pas. Duduk bareng sehari habis gajian, lihat satu periode yang utuh.

Kalau gajian kalian beda tanggal

Ini sering banget. Satu gajian tanggal 25, satu lagi tanggal 1. Beberapa cara yang biasa dipakai:

  1. Pakai tanggal gaji yang paling besar buat uang bersama. Gaji yang lain dianggap masuk di periode yang sama.
  2. Pakai tanggal gaji yang masuk duluan, kalau itu yang dipakai buat bayar tagihan rumah.
  3. Pisahin. Uang bersama pakai satu tanggal, anggaran pribadi masing-masing pakai tanggal gajiannya sendiri.

Nggak ada yang paling benar. Pilih yang paling gampang diingat berdua.

Gimana dengan THR dan bonus

THR dan bonus nggak datang tiap bulan, jadi jangan dicampur ke anggaran bulanan. Catat sebagai pemasukan sendiri, terus langsung putusin bareng: berapa buat Lebaran, berapa buat tabungan, berapa buat yang pengen dari lama.

Yang sering kejadian, THR “hilang” karena masuk ke saldo biasa dan kepakai pelan-pelan tanpa kerasa.

Tagihan yang jatuh tempo di tengah periode

Listrik, BPJS, cicilan, internet. Kalau jatuh temponya sebelum gajian, dia jadi beban di akhir periode, pas uang paling tipis. Dua hal yang ngebantu:

  • Sisihkan uang tagihan di hari gajian, bukan pas jatuh tempo.
  • Kalau bisa, minta tanggal autodebet dipindah ke dekat tanggal gajian.

Di NotoArta

Awal bulan di NotoArta memang bisa diatur ke tanggal gajian. Anggaran, wawasan, dan ringkasan bulanan ikut periode itu. Kalau gajian kalian beda tanggal, masing-masing bisa atur awal bulan pribadinya sendiri. Caranya ada di panduan tanggal gajian.

Tapi kalaupun kalian nyatet di buku, triknya sama: tulis periode di atas halaman, dari tanggal gajian ke tanggal gajian. Itu aja udah ngubah banyak.

Bacaan lain